PENGARUH BERAT BADAN TERHADAP JARAK LOMPATAN

Oleh Jerry Septian, Livia Putri, Nurmayasari, Tb. Zainal

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu pendukung pembentukan manusia yang berkualitas adalah melalui olahraga, Pembangunan olahraga telah berhasil menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup, yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olahraga disekolah dan masyarakat. Dalam kehidupan modern manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga, baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Olahraga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui olahraga dapat dibentuk manusia yang sehat jasmani, rohani serta mempunyai kepribadian, disiplin, sportifitas yang tinggi sehingga pada akhirnya akan terbentuk manusia yang berkualitas.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis ingin mengadakan penelitian sehingga penyusun menetapkan judul “PENGARUH BERAT BADAN TERHADAP JARAK LONCATAN”. Alasan penyusun memilih judul tersebut adalah karena penulis melihat betapa pentingnya faktor berat badan untuk melakukan gerakan melompat khususnya dalam cabang olahraga atletik pada nomor lompat jauh.

B. Rumusan Masalah

Apakah berat badan berpengaruh terhadap jarak lompatan?

C. Tujuan

Untuk mengetahui konstribusi berat badan terhadap kemampuan jarak lompatan.

D. Manfaat

Dari penelitian yang telah kami lakukan memberikan manfaat pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang olahraga. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat :
1. Memberikan informasi dan menambah ilmu pengetahuan bagi peneliti.
2. Menjadi bahan informasi bagi para pembina, pelatih, agar dapat menerapkan dalam latihan atlet.
3. Menjadi masukan bagi para ilmuwan olahraga dalam upaya peningkatan prestasi lompat jauh.
4. Menjadi sumbangan pengetahuan bagi atlet lompat jauh untuk meningkatkan kekuatan otot perut dan power otot-otot tubuh.
5. Dijadikan sebagai salah satu bahan acuan untuk kegiatan penelitian selanjutnya dengan ruang lingkup yang lebih luas.

E. Hipotesis

Berat badan mempunyai konstribusi yang signifikan terhadap kemampuan jarak lompatan.

BAB II
KAJIAN TEORI

Lompat jauh adalah suatu aktivitas gerakan yang dilakukan di dalam lompatan untuk mencapai lompatan yang sejauh-sejauhnya. Lompat jauh ini adalah olahraga yang menggabungkan kecepatan (speed), kekuatan (stenght), kelenturan (flexibility), daya tahan (endurance), dan ketepatan (acuration) dalam upaya untuk memperoleh jarak lompatan sejauh-jauhnya. Kecepatan dan otot kaki yang kuat juga berkaitan dengan berat dan tinggi badan, karena dalam olahraga lompat jauh kaki mendapat beban yang besar dalam lompatan. Dengan latar belakang asumsi masyarakat yang menyatakan bahwa perbedaan postur tubuh atau berat dan tinggi badan seseorang mempengaruhi hasil lompatan maka penelitian ini dilakukan.
Sasaran dan tumpuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke sebuah letak pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai batas terdekat dari letak pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh. Dalam lompat jauh terdapat beberapa macam gaya yang umum dipergunakan oleh para pelompat, yaitu gaya jongkok (tuck), gaya menggantung (hand style) dan gaya jalan di udara (walking in the air).
Untuk mendapat jarak lompatan yang jauh terlebih dahulu pelompat
harus menguasai unsur-unsur pokok yang ada di dalam lompat jauh.
Unsur-unsur lompat jauh meliputi:

1. Awalan, yaitu untuk meraih kecepatan maksimal yang terkendali untuk
melakukan tolakan yang sekuat-kuatnya.
2. Tolakan, yaitu untuk menghasilkan tolakan yang sekuat-kuatnya agar
dapat mengangkat titik berat badan setinggi-tingginya.
3. Melayang diudara, yaitu untuk memelihara keseimbangan badan saat
melayang.
4. Mendarat, yaitu cara-cara melakukan pendaratan yang tidak merugikan
pelompat.
Unsur Gerak Dalam Lompat Jauh:

a. Power Otot Tungkai
Tumpuan merupakan suatu gerakan yang sangat penting untuk
tercapainya hasil lompat jauh. Pada saat menumpu kekuatan dari otot kaki
sangat dibutuhkan, agar gerak vertikal dan sudut tolakan dapat dicapai
secara maksimal. Kaitannya dengan sudut tolakan, menurut Soedarminto
11(2001: 3) mengatakan bahwa dari kecepatan maju yang penuh, pelompat
harus mengarahkan geraknya dari balok tolakan ke atas dengan sudut yang
terbaik yaitu 450, karena secara teori dengan sudut 450 akan didapat
komponen vertikal sama dengan komponen horisontal, dan akan
dihasilkan waktu maksimal di udara serta kecepatan horisontal maksimal
b. Kecepatan Lari
Pada lompat jauh tahapan awalan berguna untuk mendapatkan
kecepatan yang maksimal sebelum mencapai papan tumpuan. Awalan
dilakukan dengan berlari yang semakin lama mendekati kecepatan
maksimal, namun masih terkendali (terkontrol) untuk melakukan tolakan.
Sehingga kecepatan dari awalan akan menghasilkan satu gaya dorong ke
depan secara maksimal. Tujuan dari ancang-ancang seperti dijelaskan oleh
Djumidar (2001: 12) adalah sebagai berikut: “Tujuan dari ancang-ancang
adalah untuk mendapatkan kecepatan horisontal yang setinggi-tingginya
agar dorongan masa ke depan lebih besar. Di samping memperhatikan
penyaluran kekuatan pada gerak berikutnya”.

BAB III
METODE PENELITIAN

Pada percobaan yang kami lakukan sebanyak 2 kali terhadap 4 orang. Kedua orang tersebut memiliki berat badan yang paling berat dan paling ringan.
Lokasi Penelitian
Lingkunga SMAN 1 Pandeglang.

Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif korelasional, artinya penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.

Populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah 2 orang murid kelas XI IPA 5 yang memiliki berat paling berat dan paling ringan.

Teknik pengumpulan data
Dalam penelitian ini pengambilan data penelitian dengan Lompat jauh dengan awalan (standing broad jump), serta tes lompat jauh untuk mengetahui hasil lompatan terjauh dari masing-masing sampel. Lalu setelah diadakan dua kali percobaan, kami rata-ratakan hasil percobaan masing-masing sampel tersebut.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Hasil Percobaan
Nama Subjek
Berat Badan Jarak Lompatan Percobaan
Tb. Dhynar 80 kg 2,2 meter Pertama
2,2 meter Kedua
Fajriansyah 40 kg 2,4 meter Pertama
2,4 meter Kedua

Hasil Analisis
i. Orang pertama pada percobaan pertama dengan berat badan 80 kg meraih hasil lompatan dengan jarak sejauh 2,2 m.
ii. Orang ke dua pada percobaan pertama dengan berat badan 40 kg meraih hasil lompatan dengan jarak sejauh 2,4 m.
iii. Orang pertama pada percobaan pertama dengan berat badan 80 kg meraih hasil lompatan dengan jarak sejauh 2,2 m.
iv. Orang ke dua pada percobaan pertama dengan berat badan 40 kg meraih hasil lompatan dengan jarak sejauh 2,4 m.

BAB V

A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa berat badan dapat mempengaruhi jarak lompatan. Untuk setiap cabang olahraga perlu diperhatikan komposisi tubuh atletnya agar dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

B. Saran
Kepada para pelatih agar memperhatikan bentuk latihan yang sesuai terhadap peningkatan prestasi

Kepada para pelatih agar dapat memanfaatkan bentuk latihan yang ada dalam makalah ini dalam proses melpatih

Kepada para pelatih agar lebih memperhatikan sasaran dan tujuan latihan

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian_Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, Rineka Cipta.
Bompa, O. Tudor. (1983). Theory and Methodology of Training. Dubuque, Iowa, Kendall/Hunt Publishing Company.
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta, CV. Tambak Kusuma.
Kent, Michael. (1994). The Oxford Dictionary of Sport Science and Medicine. Oxford, Oxford University Press.
Nurhasan. (2001). Tes Dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani, Gramedia Jakarta ; Bandung
Quinn E.2007.Plyometric Exercises http://sportsmedicine.about.com/cs/conditioning/
a/aa062701a.html.
Radcliffe C.J and R.C. Farentines. (1985). Plyometrics Explosive Power Training. 2nd ed. Champaign, Illinois, Human Kinetics Publishers, Inc.
……………………………………….. (1994). Plyometrics Explosive Power Training. Alih Bahasa. Engkos Kosasih. Jakarta.
Sajoto M. (1988). Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Siagian, Der Gibson. (2006). Metode Statistika Untuk Bisnis Dan Ekonomi. Jakarta, Gramedia Pustaka.
Sudjana. (1992). Metode Statistika. Bandung, Tarsito.
Suharno. (1992). Rencana Program Latihan. Jakarta, Direktorat Keolahragaan Ditjen Diklusepora Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Syaifuddin. (1996). Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta, EGC
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka.
Witarsa, Wita. (2002). Latihan Kondisi Fisik. Penataran Wasit dan Latihan Panahan Sejawa Barat. Bandung.
Yunus. M. (1992). Olahraga Pilihan Bola Voli, Departemen P dan K Dirjen Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Pendidik, FPOK Medan
Zumerchik, John. (1997). Encyclopedia of Sport Science. Volume 2. New York, Macmillan Inc.
Dayan, Ath Thariqkud.(2011).Hubungan Antara Berat Badan dan Tinggi Badan dengan Hasil Lompat Jauh.[Online].Tersedia : http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/IK/article/view/14068
…………………………………………………..(2011).Materi Penjasorkes.[Online].Tersedia : http://nandocitischool.blogspot.com/2011/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Pahlefi, Reza.(2013). Kontribusi Kekuatan Otot Perut dan Power Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Lompat Jauh.[Online].Tersedia : http://erfahza.blogspot.com/2013/06/artikel-lompat-jauh.html

Terbelit, ter- itu tidak sengaja dalam diri kita atau di luar kendali kita karena dasarnya kerinduan kita menjadi orang yang beruntung. Belit itu berati kita berada di dalam lindungan sesuatu yang memuliakan dan menyejahterakan. Jika kita ingin terbelit keberuntungan harus memberuntungkan orang-orang di sekitar kita. Jadi, jika ingin beruntung jadilah sebab kebahagiaan orang lain bukan bahagia akibat orang lain.

Berbalas Pantun Nasihat a la M. David Al Parizi & TB. Zainal Mutaqin

Majulah kapal ke perbatasan
Tidak lupa dengan nahkodanya
Tuntutlah ilmu janganlah bosan
Karena ilmu banyak gunanya

Berlayar jin menuju barat
Paginya mencari belanga
Belajar rajin memang berat
Kelak kita akan bahagia

Haji berkumis pakai sandal
Jalannya agak malas-malas
Hati menangis penuh sesal
Karena tidak naik kelas

Berburu pergilah ke hutan
Di sana banyaklah hewannya
Janganlah kita bermalas-malasan
Karena tak ada gunanya

Manis memang gula aren
Tapi kadang agak pahit
Buat apa tampang keren
Kalau otaknya tulalit